Penerapan Sistem Monitoring Temperatur, pH, dan Kelembaban Tanah untuk Tanaman Sayur di Banjar Dinas Asah Gobleg

  • Made Liandana STMIK STIKOM Bali
  • Anggie Rapha Sucipto STMIK STIKOM Bali
  • Wayan Setiawan STMIK STIKOM Bali
Keywords: sayur, suhu, ph, kelembaban

Abstract

Salah satu mitra yang mengelola lahan sayur di banjar Asah Gobleg yaitu Bapak Kadek Rimbawan mengatakan, tanaman sayur yang cukup banyak diminati untuk ditanam adalah sayuran kubis dan cabai. Pada proses penanaman sayuran, beberapa hal yang diperhatikan seperti: penyiraman, pemupukan, dan pengendalian hama. Saat ini proses pemeliharaan, seperti penyiraman dan pemupukan tanaman hanya dilakukan berdasarkan perkiraan dari kondisi tanah, sedangkan kondisi dari tanah seperti pH, kelembaban, dan suhu sangat perlu untuk diperhatikan. Bapak Kadek Rimbawan merupakan petani sayur yang cukup memahami perkembangan teknologi informasi karena Bapak Rimbawan merupakan alumni SMK, pengetahuan mengenai pH, kelembaban, dan suhu yang diperlukan untuk beberapa jenis sayuran yang ditanamnya, biasanya diperoleh dari internet ataupun dari penyuluhan dari pihak terkait. Namun dari sisi alat ukur masih menjadi kendala karena tidak memiliki alat ukur yang sekaligus dapat mengukur pH, kelembaban, dan suhu tanah. Sehinga tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan bantuan alat ukur pH, suhu, dan kelembaban kepada mitra. Kegiatan pengabdian ini tediri dari penyerahan alat ukur dan pelatihan penggunaan alat ukur tersebut.

Published
2019-07-09
How to Cite
Liandana, M., Rapha Sucipto, A., & Setiawan, W. (2019). Penerapan Sistem Monitoring Temperatur, pH, dan Kelembaban Tanah untuk Tanaman Sayur di Banjar Dinas Asah Gobleg. WIDYABHAKTI Jurnal Ilmiah Populer, 1(3), 47-53. Retrieved from https://widyabhakti.stikom-bali.ac.id/index.php/widyabhakti/article/view/104
Section
Articles